Kamis, 16 Mei 2013

Perjalanan meraih mimpi

Perjalanan panjang seorang gadis, sebut saja namanya Nur. Seorang gadis desa yang ingin sekali melanjutkan sekolah namun semua impiannya terhalang dan harus ia kubur dalam-dalam karena faktor ekonomi. Dia lahir dari keluarga yang tidak mampu, ayahnya yang merupakan ayah tirinya hanya sebagai buruh sawah biasa di desanya, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa, sesekali ia berjualan jika tiba musim tertentu.

Diawali dr setelah Nur lulus SMP. ia ingin sekali meneruskan sekolah ke tingkat SMA. Namun niatnya dilarang keras oleh keluarganya dengan alasan tidak mampu membiayai sekolahnya. Berbagai cara ia tempuh agar bisa membujuk keluarganya untuk diijinkan sekolah lagi, namun semua sia-sia. Di akhir tahun 2006 ia memutuskan untuk bekerja, ia bekerja di sebuah kota, tepatnya kota Jombang, Jawa Timur sebagai babysitter. Hari demi hari, bulan demi bulan ia lalui dengan bekerja untuk menafkahi keluarganya. 

Diawal tahun 2007 ia memutuskan untuk hijrah ke kota besar di Jawa Barat yaitu Bekasi. Ia bekerja disana sebagai babysitter juga, yah..mungkin itulah bidang yang ia kuasai. Sudah hampir setahun dia tidak pernah pulang kampung, hanya sekali dalam setahun dia menjenguk orang tuanya yakni di hari lebaran (yah, momen yang banyak rang gunakan untuk pulang ke kampung halaman). inilah awal dari segalanya, sesampai dikampung beberapa hari, ibunya berbicara kapada Nur agar tahun depan Nur tidak usah balik ke bekasi lagi, Nur sangat kecewa karena itu artinya ia hanya punya waktu satu tahun untuk bisa bekerja. Nur tahu apa alasan ibunya meminta ia untuk tidak kembali ke bekasi, Nur disuruh menikah secepatnya.

Setahun pun telah berlalu, hingga tiba waktunya dihari lebaran ia berkunjung ke kampung halaman. Ngobrol bersama ibunya adalah hal yang sangat ia sukai, sebagai pelepas rindu karena sudah lama tidak bertemu. ditengah obrolan, ibunya berkata "nak, setelah lebaran tahun ini kamu ga usah balik ke bekasi ya nak?" pinta ibunya. Sebenarnya ia sangat keberatan dengan permintaan sang ibu, karena ia masih ingin bekerja, keinginan untuk menikah belum ada dalam pikirannya. Sang ibu hendak menjodohkan ia dengan seorang pria yang dikenalkan oleh sepupunya (dicomblangin gitu), namun Nur menolak dengan lembut "ibu, bukannya nur mau mengecewakan ibu, tp nur masih ingin bekerja dan menggapai cita-cita nur, bu. nur mohon agar ibu mengerti keinginan nur" sambil berlinang air mata. keduanya saling berselisih hingga akhirnya semua berlalu tanpa ada keputusan.

Nur terus berpikir bagaimana caranya agar ia bisa kembali ke bekasi dan bekerja lagi, gayung pun bersambut. Nur dapat telpon bahwa adik asuhnya sakit dan ingin Nur yang merawat dia. Inilah kesempatannya, kesempatan ada didepan mata dan tidak ingin disia-siakannya. Ia memohon kepada sang ibu agar diberi kesempatan untuk kembali ke bekasi barang satu tahun saja. ia janji bahwa ia akan menuruti semua keinginan ibunya asal diperbolehkan seperti keinginannya itu. Akhirnya si ibu pun luluh, ia mengijinkan anaknya untuk kembali bekerja dengan syarat satu tahun saja.

 Ditengah perjalannya di bekasi, ia kembali berpikir, bagaimana caranya agar tahun depan saya bisa balik kesini lagi? pikir dia. Akhirnya dia menemukan ide, dia berniat untuk ikut sekolah paket c dan menempuh pendidikan non-formal tersebut. Dia berusaha mencari info dan akhirnya dia mendapatkan apa yang ia inginkan. niatnya semakin kuat dan ia rajin menabung untuk bisa masuk ke sekolah tersebut. Setelah semuanya siap, ia mendaftar dan mulai mengikuti pendidikan disana.

Setelah hampir 6 bulan sekolah, tibalah saatnya kelulusan. sambil menunggu ijazah ia berpikir "apa yang akan saya lakukan setelah ini? apa akan terus bekerja seperti ini? kata dia. suatu ketika ia sedang berbincang-bincang dengan ibu majikannya, dan ibu majikannya bertanya kepada Nur "mau kemana kamu setelah ini? tanya si ibu, "ga tau bu" jawab nur." kuliah saja ya?" tawaran si ibu membawa angin segar bagi nur. Dia mencari info kampus yang cocok sesuai keadaan dia. Alhamdulillah..akhirnya ia dapat kampus yang sesuai ia inginkan. namun butuh waktu dulu untuk menabung agar bisa masuk ke kampus tersebut. berbagai proses ia jalani hingga akhirnya ia berhasil masuk dan bisa kuliah di kampus tersebut, meskipun sebelumnya orang tuanya melarang anaknya itu agar tidak kuliah bahkan nur hampir gila karena begitu banyak masalah yang ia hadapi demi bisa mewujudkan cita-citanya itu.

Ia sangat bersyukur dengan apa yang telah ia daptkan sekarang, ia bisa mendapatkan apa yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, yaitu punya kesempatan kuliah seperti sekarang ini. ia pun terus mengejar mimpinya dan menambah ilmu agamanya, ia ingin mejadi sosok muslimah yang cerdas dan mewujudkan cita-citanya demi orang tuanya.

Nah kawan, kita bisa ambil hikmah dari cerita diatas bahwa kesempatan itu ada jika kita mampu menciptakan kesempatan itu untuk ada. Jangan pernah putus asa, harus optimis dalam menjalani hidup ini. 

"Manjadda wa jada" siapa yang besungguh-sungguh akan berhasil, peganglah prinsip itu. Kesuksesan dicapai melalui kerja keras dan pengorbanan.

Semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi buat kita semua ya (^_^)

Sumber : dari pengalaman pribadi 
terbit     :17 05 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar